Teriakan mereka memecahkan kearifan pagi. Takut akan kehilangan orang yang telah melahirkan mereka. Mereka tidak menyangka kehidupan ini akan begitu kejam. Mereka tidak pernah mengharapkan sebuah episodik yang pilu. Kini mereka menangis dan memeluk ibu mereka yang tergolek lemah. Ibu adalah satu-satunya hal yang tersisa untuk mereka pertahankan.
Apakah bunuh diri adalah sebuah hak yang patut dipilih? Tidak, tak pernah ada yang memberi hak untuk bunuh diri. Bahkan itu haram bagi manusia. Tapi tali hampir menjerat leher seorang ibu, menjadikannya sebuah pilihan yang tidak pernah terbayangkan selama ini. Beban kehidupan, jeratan ekonomi, hak yang tidak terpenuhi dan semua masalah yang ia hadapi menjadi faktor-faktor yang memicu tindakannya.
Seorang ibu yang hanya diberi seperdelapan gaji suami tiap bulannya itu telah lelah. Apalagi ketika anak sulungnya menemukan selip gaji ayahnya. Suatu harga yang tidak pantas untuk menghidupi 3 orang anak dalam 1 bulan. Ketidak cukupan ibu itu untuk membesarkan anak membuatnya terbelit hutang. Kedua anak laki-lakinya tidak dapat melanjutkan kuliah. Dan kini anak perempuan terakhirnya bagai berjalan ditepi jurang untuk melanjutkan sekolah. Lalu siapa yang patut disalahkan? Ayah mereka? Ayah yang terlibat perselingkuhan dengan wanita lain itu?
Memang mereka menyalahkan ayah mereka dalam hal ini. Mereka tak mau menganggap orang yang menyiksa batin ibu mereka sebagai ayah. Melihat wajahnya saja enggan. Mereka lebih memilih keluar rumah jika ayah mereka datang. Dan ibu mereka benar-benar tersiksa dengan tindakan tak tahu malu suaminya. Bagaimana tidak, dia tidak lagi malu untuk menyembunyikan perselingkuhannya. Lengkaplah penderitaan ibu itu. Pagi ini bunuh diri hampir membuatnya menitikan dosa yang tak terampuni. Tapi dia masih dapat diselamatkan ke tiga anaknya. Dan hati merekapun menangis...
Aku menceritakan sebuah kisah yang ku dengar hari ini. Semoga Allah membantu mereka menemukan jalan yang lebih baik. Dan aku berharap ada yang membantu mereka mengatasi masalah HAM yang mereka alami. Bagi yang ingin membantu silakan email ke whale_feather@live.com, terima kasih.
Senin, 29 September 2008
Jumat, 26 September 2008
Sayap ikan paus
Cerita ini dimulai ketika dia mengatakan,"aku harus mencari kebahagian". Dia pergi. Tak tampak lagi dia diantara kaumnya. Dia pergi. Jauh mengikuti nyanyian sang dewi. Terlena dan terbelenggu dalam pangkuan sang dewi. Dia merasa telah menemukan kebahagian. Tapi semakin lama rasa bosan merajam. Dia kembali. Di tanah dia terlahir. Sunyi...Sepi... Tak seorangpun dia temukan. Tempat kaumnya itu pun serasa mati.
Sebenarnya bukan orang-orang yang menghilang. Tapi dia telah menutup hatinya dari cinta yang kaumnya berikan. Kebahagian yang semu membutakannya. Membuatnya jauh dari kaumnya.
Matanya tak buta, tetapi hatinya begitu gelap membutakannya dari kebahagiaan yang abadi.
Sebenarnya bukan orang-orang yang menghilang. Tapi dia telah menutup hatinya dari cinta yang kaumnya berikan. Kebahagian yang semu membutakannya. Membuatnya jauh dari kaumnya.
Matanya tak buta, tetapi hatinya begitu gelap membutakannya dari kebahagiaan yang abadi.
Sabtu, 13 September 2008
Rok??
"Win, lo cewek banget hari ini!", komentar salah satu teman setiap kali gw pakai rok. Gw kan memang cewek jadi apa gw salah jika gw pakai rok.
Sekarang udah jarang banget anak cewek pakai rok selain ke sekolah. Sejauh mata memandang, cewek dengan celana jeans lebih familiar buat kita. Ya memang sich kalau pakai celana kita nggak khawatir bakal ketiup angin dan di intip orang, tapi kan itu juga gunanya diciptakan 'short'.
Gw bukannya kecewek-cewekan atau gmana. Tapi itulah style gw. Gw nyaman dengan rok gw. Apalagi kalau rok itu buatan mama tersayang, gw pakai rok itu dengan bangganya kemana-mana. Dilihat dari sikap dan sifat gw, gw sama sekali bukan cewek 100%. Mungkin sekitar 50% aja, dan didominasi karena pakai rok.
Pernahkan kalian lihat cewek dengan rok ngebut dijalan naik motor?? -nggak cocok banget...-
girl outside...Little tomboy princess inside...
Sekarang udah jarang banget anak cewek pakai rok selain ke sekolah. Sejauh mata memandang, cewek dengan celana jeans lebih familiar buat kita. Ya memang sich kalau pakai celana kita nggak khawatir bakal ketiup angin dan di intip orang, tapi kan itu juga gunanya diciptakan 'short'.
Gw bukannya kecewek-cewekan atau gmana. Tapi itulah style gw. Gw nyaman dengan rok gw. Apalagi kalau rok itu buatan mama tersayang, gw pakai rok itu dengan bangganya kemana-mana. Dilihat dari sikap dan sifat gw, gw sama sekali bukan cewek 100%. Mungkin sekitar 50% aja, dan didominasi karena pakai rok.
Pernahkan kalian lihat cewek dengan rok ngebut dijalan naik motor?? -nggak cocok banget...-
girl outside...Little tomboy princess inside...
Eg0!st!c L0vE
"aku sakit hati!", kata-kata itu sering kita dengar ketika seseorang ditinggalkan orang yang mereka cintai. Kenapa sich kita harus sakit hati? Kalau memang gitu kan artinya memang bukan jodoh kita.
Mencintai seseorang bwt gw...
>Gw mencintai seseorang bukan dengan kata-kata, tapi dengan perbuatan, karena gw bukan orang yang pintar mengarang kata.
>Gw nggak mau mencintai orang yang di cintai temen deket gw, gw bakal hapus perasaan gw walau gw udah suka sama orang itu.
>Gw ingin bisa ngelindungi orang yang gw cintai. Maksudnya bukan melindungi secara fisik karena gw ikut jujitsu. Tapi jaga perasaan orang yang gw cintai dan juga jaga kepercayaan yang dia berikan ke gw.
>Gw nggak mau jadi beban buat orang yang gw cintai. Selama dia bukan milik gw, gw nggak mau memenjarakannya dalam perasaan sepihak gw. Gw bakal berusaha ikhlas kalau dia jadi milik orang lain.
>Gw nggak mau dilihat orang kalau gw sakit hati. Karena gw bukan cewek yang nggak bisa hidup tanpa cowok. Gw bisa tetep bersin kan walau nggak ada cowok.
Kadang kita itu egois dalam mencintai seseorang. Padahal ke egoisan itulah yang justru membuat kita jauh dari orang yang kita cintai. Kita nggak perlu dukun atau sihir cuma untuk dapat hati seseorang. Kita cukup belajar mencintai seseorang tanpa mengharap balasan dan juga belajar merelakan kehilangan dia suatu hari nanti. Kan kita tahu kalau nggak ada yang kekal di dunia ini. Dan kekekalan hanya dimiliki sang Khalik yang menciptakan kita dan mencintai kita dengan tulus.
Mencintai seseorang bwt gw...
>Gw mencintai seseorang bukan dengan kata-kata, tapi dengan perbuatan, karena gw bukan orang yang pintar mengarang kata.
>Gw nggak mau mencintai orang yang di cintai temen deket gw, gw bakal hapus perasaan gw walau gw udah suka sama orang itu.
>Gw ingin bisa ngelindungi orang yang gw cintai. Maksudnya bukan melindungi secara fisik karena gw ikut jujitsu. Tapi jaga perasaan orang yang gw cintai dan juga jaga kepercayaan yang dia berikan ke gw.
>Gw nggak mau jadi beban buat orang yang gw cintai. Selama dia bukan milik gw, gw nggak mau memenjarakannya dalam perasaan sepihak gw. Gw bakal berusaha ikhlas kalau dia jadi milik orang lain.
>Gw nggak mau dilihat orang kalau gw sakit hati. Karena gw bukan cewek yang nggak bisa hidup tanpa cowok. Gw bisa tetep bersin kan walau nggak ada cowok.
Kadang kita itu egois dalam mencintai seseorang. Padahal ke egoisan itulah yang justru membuat kita jauh dari orang yang kita cintai. Kita nggak perlu dukun atau sihir cuma untuk dapat hati seseorang. Kita cukup belajar mencintai seseorang tanpa mengharap balasan dan juga belajar merelakan kehilangan dia suatu hari nanti. Kan kita tahu kalau nggak ada yang kekal di dunia ini. Dan kekekalan hanya dimiliki sang Khalik yang menciptakan kita dan mencintai kita dengan tulus.
Rabu, 10 September 2008
Sahabat buat gw
Apa sich arti seorang sahabat buat kita? Kadang kita menyalah artikan arti dari sebuah persahatan. Kita bersembunyi di balik sebutan sahabat untuk mencari celah sebuah kesempitan. Disaat kita menemukan celah tersebut, kita tak lagi butuh dengan sebutan sahabat itu. Kita lupa dengan arti sebuah persahabatan.
Seorang sahabat yang sesungguhnya menurut gw:
1. Yang mau mendengar keluh kisah kita tanpa merasa bosan.
2. Mau menerima apapun keadaan kita.
3. Memberikan sesuatu kepada kita tanpa mengharap akan kembali.
4. Berusaha tersenyum saat di dekat kita.
5. Selalu menjaga kata-kata agar tidak menyakiti hati kita.
6. Punya pikiran yang hampir sejalan dengan kita.
7. Dan yang pasti bisa buat kita tertawa lepas ketika didekatnya.
-sahabatmu adalah orang yang tak pernah iri dengan apa yang kamu miliki karena kalian saling melengkapi kekurangan masing-masing.
Seorang sahabat yang sesungguhnya menurut gw:
1. Yang mau mendengar keluh kisah kita tanpa merasa bosan.
2. Mau menerima apapun keadaan kita.
3. Memberikan sesuatu kepada kita tanpa mengharap akan kembali.
4. Berusaha tersenyum saat di dekat kita.
5. Selalu menjaga kata-kata agar tidak menyakiti hati kita.
6. Punya pikiran yang hampir sejalan dengan kita.
7. Dan yang pasti bisa buat kita tertawa lepas ketika didekatnya.
-sahabatmu adalah orang yang tak pernah iri dengan apa yang kamu miliki karena kalian saling melengkapi kekurangan masing-masing.
Senin, 08 September 2008
JuJuR
Kemarin gw liat sebuah acara ditelevisi. Di acara yang d tayangkan di stasiun televisi swasta itu pengisi acaranya bilang kalau nggak ada orang yang nggak jujur di dunia ini. Tau kenapa dia bilang begitu...
Orang nggak ada yang nggak jujur. Yang ada itu perbedaan intensitas kejujuran mereka aja. Ada yang jujurnya banyak, dikit, ampe ada yang minus -Walau minus tetep aja dibilang jujur, tapi jujur minus-.
Emang kan sekarang ini lebih banyak orang yang jujurnya minus -udah minus idup pula mereka-
Gw pernah denger cerita seseorang yang ada hubungannya dengan kejujuran. Begini ceritanya...
Dikisahkan ada seorang pegawai negeri yang bekerja di instansi pemerintahan. Dia memulai pekerjaannya dari bawahan hingga akhirnya menjadi seorang atasan. Tetapi nggak lama dia ada di jabatannya. Selama menjadi atasan dia tidak menerima suap, juga tidak pernah mau terlibat dalam korupsi yang dilakukan secara berjamaah oleh teman-teman sejawatannya. Pada akhirnya justru banyak teman yang tidak suka, hingga dia di berhentikan dari pekerjaannya lebih awal.
Dari cerita tersebut kita dapat menyimpulkan bahwa tingkat kejujuran masyarakat di Indonesia memang masih minus. Benar-benar malang nasib bangsa ini...
+well, gw cerita itu bukan fiktif n bukan karangan gw pribadi, tapi itu beneran nyata terjadi+
Orang nggak ada yang nggak jujur. Yang ada itu perbedaan intensitas kejujuran mereka aja. Ada yang jujurnya banyak, dikit, ampe ada yang minus -Walau minus tetep aja dibilang jujur, tapi jujur minus-.
Emang kan sekarang ini lebih banyak orang yang jujurnya minus -udah minus idup pula mereka-
Gw pernah denger cerita seseorang yang ada hubungannya dengan kejujuran. Begini ceritanya...
Dikisahkan ada seorang pegawai negeri yang bekerja di instansi pemerintahan. Dia memulai pekerjaannya dari bawahan hingga akhirnya menjadi seorang atasan. Tetapi nggak lama dia ada di jabatannya. Selama menjadi atasan dia tidak menerima suap, juga tidak pernah mau terlibat dalam korupsi yang dilakukan secara berjamaah oleh teman-teman sejawatannya. Pada akhirnya justru banyak teman yang tidak suka, hingga dia di berhentikan dari pekerjaannya lebih awal.
Dari cerita tersebut kita dapat menyimpulkan bahwa tingkat kejujuran masyarakat di Indonesia memang masih minus. Benar-benar malang nasib bangsa ini...
+well, gw cerita itu bukan fiktif n bukan karangan gw pribadi, tapi itu beneran nyata terjadi+
Hope tale
Kebanyakan pikiran bikin gw nggak konsen belajar, bisa dibilang gw yang emank loLa -loading lama- jadi gampang hang dan akhirnya not responding. Gw sendiri juga bingung apa yang gw pikir, tapi rasanya ada yang ngganjel banget di pikiran gw.
Waktu gw masih jadi gadis desa dan hidup di sebuah desa kecil gw nggak pernah punya beban dipikiran. Gw cuma ngejalanin apa yang ada di depan mata, gw juga nggak pernah peduli dengan apa yang dibilang orang tentang gw, pokoknya hidup gw seperti cuma ada gw, gw, dan gw.
Waktu itu gw nggak pernah kesulitan belajar walau gw emang jarang belajar dan anti-les. Gw juga nggak pernah peduli sama penampilan, bahkan gw sempet pakai kaos oblong yang gede banget dan bukan size gw di acara keluarga yang disana semua pada dandan cakep-cakep. Gw nggak pernah takut kulit gw kebakar matahari, itu buat gw nyesel banget sekarang setelah gw jadi gosong.
Tapi gimanapun juga sebagai anak yang baru gede gw juga ngerasain apa yang di namain 'cinta', gw sempet suka juga sama temen gw, tapi gw nggak pernah punya pikiran si dia bakal bales cinta gw. Apalagi keadaan gw yang yah...Kayak bocah ingusan tanpa ingus gitu. Jadi nggak mungkin banget ada cowok yang ngelirik gw.
Saat paling nyedihin ketika gw harus sekali lagi beradaptasi sama lingkungan baru di SMA. Gw pindah ke rumah baru gw yang belum jadi. Suasana jadi agak beda, gw jadi jarang ngerasain kehangatan waktu gw bersama mama kayak di desa dulu. Dulu mama sering berbagi cerita, kita sering buat roti atau kue-kue bareng. Mama juga nggak sekalipun bentak gw. Pokoknya waktu itu, gw serasa anak emas dirumah. Tapi itu cuma masa lalu, gw nggak akan pernah bisa balik lagi...
Gw nggak pernah tau apa yang bakal terjadi selanjutnya. Tapi gw berharap banget bakal ada yang buat saat-saat baru yang lebih indah dari masa itu. Atau gw yang harus ciptain sendiri semua impian gw, tapi kan mimpi gw nggak akan terwujud tanpa seseorang di samping gw.
Kalau lihat penampilan gw sekarang, bukan sepenuhnya karena gw secara ajaib dapat berkah dari langit. Tapi, gw berusaha jadi seseorang yang diharapin orang-orang yang gw sayangi, terutama mama gw. Mungkin itu salah satu usaha gw buat dapat perhatiannya lagi. Walau gw sadar mungkin sia-sia aja gw berusaha jadi cewek -emang gw bukan cewek yah...-
Karena gw lagi bingung sekarang, nyisir rambut aja nggak sempat. "Win, lo kacau banget hari ini!", kata sohib gw. Dan gw cuma bilang iya kemudian bengong aja tanpa usaha merapikan diri....
Waktu gw masih jadi gadis desa dan hidup di sebuah desa kecil gw nggak pernah punya beban dipikiran. Gw cuma ngejalanin apa yang ada di depan mata, gw juga nggak pernah peduli dengan apa yang dibilang orang tentang gw, pokoknya hidup gw seperti cuma ada gw, gw, dan gw.
Waktu itu gw nggak pernah kesulitan belajar walau gw emang jarang belajar dan anti-les. Gw juga nggak pernah peduli sama penampilan, bahkan gw sempet pakai kaos oblong yang gede banget dan bukan size gw di acara keluarga yang disana semua pada dandan cakep-cakep. Gw nggak pernah takut kulit gw kebakar matahari, itu buat gw nyesel banget sekarang setelah gw jadi gosong.
Tapi gimanapun juga sebagai anak yang baru gede gw juga ngerasain apa yang di namain 'cinta', gw sempet suka juga sama temen gw, tapi gw nggak pernah punya pikiran si dia bakal bales cinta gw. Apalagi keadaan gw yang yah...Kayak bocah ingusan tanpa ingus gitu. Jadi nggak mungkin banget ada cowok yang ngelirik gw.
Saat paling nyedihin ketika gw harus sekali lagi beradaptasi sama lingkungan baru di SMA. Gw pindah ke rumah baru gw yang belum jadi. Suasana jadi agak beda, gw jadi jarang ngerasain kehangatan waktu gw bersama mama kayak di desa dulu. Dulu mama sering berbagi cerita, kita sering buat roti atau kue-kue bareng. Mama juga nggak sekalipun bentak gw. Pokoknya waktu itu, gw serasa anak emas dirumah. Tapi itu cuma masa lalu, gw nggak akan pernah bisa balik lagi...
Gw nggak pernah tau apa yang bakal terjadi selanjutnya. Tapi gw berharap banget bakal ada yang buat saat-saat baru yang lebih indah dari masa itu. Atau gw yang harus ciptain sendiri semua impian gw, tapi kan mimpi gw nggak akan terwujud tanpa seseorang di samping gw.
Kalau lihat penampilan gw sekarang, bukan sepenuhnya karena gw secara ajaib dapat berkah dari langit. Tapi, gw berusaha jadi seseorang yang diharapin orang-orang yang gw sayangi, terutama mama gw. Mungkin itu salah satu usaha gw buat dapat perhatiannya lagi. Walau gw sadar mungkin sia-sia aja gw berusaha jadi cewek -emang gw bukan cewek yah...-
Karena gw lagi bingung sekarang, nyisir rambut aja nggak sempat. "Win, lo kacau banget hari ini!", kata sohib gw. Dan gw cuma bilang iya kemudian bengong aja tanpa usaha merapikan diri....
Langganan:
Postingan (Atom)
.jpg)