Apa hidup akan berakhir begitu cepat?
Setelah itu kemana kita berada?
Entahlah...
Senin, 27 Oktober 2008
Sabtu, 25 Oktober 2008
Remarkable words
Pain. Pain represented in the dictionary is to cause pain to; hurt or injure. One word can stand for so much, it's amazing.
Earlier I was thinking of all the pain that I've probably caused people and of all the pain that they've caused me. The thoughts and memories filled my head were so retched, tha I gagged in disgust. But, amidst all the things that represent pain in my life, I've discovered another four letter word that means the complete opposite.
Love. The dictionary says that love means a deep, tender, ineffable feeling of affection and solicitude toward a person. Such a meaningful word, yet that I sometimes fear.
Which would you rather choose?
[give your answer or email me for a question]
Earlier I was thinking of all the pain that I've probably caused people and of all the pain that they've caused me. The thoughts and memories filled my head were so retched, tha I gagged in disgust. But, amidst all the things that represent pain in my life, I've discovered another four letter word that means the complete opposite.
Love. The dictionary says that love means a deep, tender, ineffable feeling of affection and solicitude toward a person. Such a meaningful word, yet that I sometimes fear.
Which would you rather choose?
[give your answer or email me for a question]
Minggu, 12 Oktober 2008
A wiSh
Seandaianya gw keterima kuliah nanti, gw punya banyak banget rencana, banyak banget yang ingin gw lakuin. Bukannya gw nggak bersyukur dengan yang ada pada diri gw sekarang, tapi setidaknya gw nggak mau lagi jadi kura-kura dalam tempurung yang dipandang sebelah mata.
Gw bener-bener berharap bisa kuliah diJakarta. Mimpi masa kecil gw untuk tinggal di sebuah apartment bisa terwujud dengan begitu.
Kemudian, gw mau lakuin operasi plastik. Eits, jangan salah. Bukan buat rubah wajah gw, tapi buat ilangin bekas luka alias codet di jidat gw.
Selanjutnya, mulai sekarang gw bakal biarin rambut gw jadi panjang lagi. Kalau nantinya nggak sepanjang yang gw mau, gw mungkin bakal lakuin hair extension.
Gw bakal ambil UKM yang berhubungan dengan olahraga, terutama jujitsu. Gw masih kepingin lanjutin tuh beladiri.
Optional:
+mungkin gw bakal pakai kaca mata atau soft lens berwarna.
+gw mau ngecat rambut gw lagi.
Selama SMA ini gw akan bersabar hidup menahan diri dan menerima segala kesederhaan yang ada. Karena, suatu hari gw tahu semuanya akan berubah 180 derajad... Gw nggak selamanya akan hidup dalam tekanan orang-orang di sekitar gw. Semua ini pasti cobaan Tuhan buat gw agar gw tidak jadi orang yang lemah.
Gw bener-bener berharap bisa kuliah diJakarta. Mimpi masa kecil gw untuk tinggal di sebuah apartment bisa terwujud dengan begitu.
Kemudian, gw mau lakuin operasi plastik. Eits, jangan salah. Bukan buat rubah wajah gw, tapi buat ilangin bekas luka alias codet di jidat gw.
Selanjutnya, mulai sekarang gw bakal biarin rambut gw jadi panjang lagi. Kalau nantinya nggak sepanjang yang gw mau, gw mungkin bakal lakuin hair extension.
Gw bakal ambil UKM yang berhubungan dengan olahraga, terutama jujitsu. Gw masih kepingin lanjutin tuh beladiri.
Optional:
+mungkin gw bakal pakai kaca mata atau soft lens berwarna.
+gw mau ngecat rambut gw lagi.
Selama SMA ini gw akan bersabar hidup menahan diri dan menerima segala kesederhaan yang ada. Karena, suatu hari gw tahu semuanya akan berubah 180 derajad... Gw nggak selamanya akan hidup dalam tekanan orang-orang di sekitar gw. Semua ini pasti cobaan Tuhan buat gw agar gw tidak jadi orang yang lemah.
Jumat, 10 Oktober 2008
Thanks
Ada alasan kenapa kadang seseorang tidak mau mendengar ucapan ataupun mengucapkan sesuatu. Bukannya apa-apa tapi, ketika gw denger ada yang bilang sayang ke gw rasanya terharu banget, gw pingin banget ngucapin terima kasih walau gw rasa nggak cukup...gw ga pintar dalam nahan air mata, gw ga pinter buat senyum..
Senin, 29 September 2008
Sebuah kisah...
Teriakan mereka memecahkan kearifan pagi. Takut akan kehilangan orang yang telah melahirkan mereka. Mereka tidak menyangka kehidupan ini akan begitu kejam. Mereka tidak pernah mengharapkan sebuah episodik yang pilu. Kini mereka menangis dan memeluk ibu mereka yang tergolek lemah. Ibu adalah satu-satunya hal yang tersisa untuk mereka pertahankan.
Apakah bunuh diri adalah sebuah hak yang patut dipilih? Tidak, tak pernah ada yang memberi hak untuk bunuh diri. Bahkan itu haram bagi manusia. Tapi tali hampir menjerat leher seorang ibu, menjadikannya sebuah pilihan yang tidak pernah terbayangkan selama ini. Beban kehidupan, jeratan ekonomi, hak yang tidak terpenuhi dan semua masalah yang ia hadapi menjadi faktor-faktor yang memicu tindakannya.
Seorang ibu yang hanya diberi seperdelapan gaji suami tiap bulannya itu telah lelah. Apalagi ketika anak sulungnya menemukan selip gaji ayahnya. Suatu harga yang tidak pantas untuk menghidupi 3 orang anak dalam 1 bulan. Ketidak cukupan ibu itu untuk membesarkan anak membuatnya terbelit hutang. Kedua anak laki-lakinya tidak dapat melanjutkan kuliah. Dan kini anak perempuan terakhirnya bagai berjalan ditepi jurang untuk melanjutkan sekolah. Lalu siapa yang patut disalahkan? Ayah mereka? Ayah yang terlibat perselingkuhan dengan wanita lain itu?
Memang mereka menyalahkan ayah mereka dalam hal ini. Mereka tak mau menganggap orang yang menyiksa batin ibu mereka sebagai ayah. Melihat wajahnya saja enggan. Mereka lebih memilih keluar rumah jika ayah mereka datang. Dan ibu mereka benar-benar tersiksa dengan tindakan tak tahu malu suaminya. Bagaimana tidak, dia tidak lagi malu untuk menyembunyikan perselingkuhannya. Lengkaplah penderitaan ibu itu. Pagi ini bunuh diri hampir membuatnya menitikan dosa yang tak terampuni. Tapi dia masih dapat diselamatkan ke tiga anaknya. Dan hati merekapun menangis...
Aku menceritakan sebuah kisah yang ku dengar hari ini. Semoga Allah membantu mereka menemukan jalan yang lebih baik. Dan aku berharap ada yang membantu mereka mengatasi masalah HAM yang mereka alami. Bagi yang ingin membantu silakan email ke whale_feather@live.com, terima kasih.
Apakah bunuh diri adalah sebuah hak yang patut dipilih? Tidak, tak pernah ada yang memberi hak untuk bunuh diri. Bahkan itu haram bagi manusia. Tapi tali hampir menjerat leher seorang ibu, menjadikannya sebuah pilihan yang tidak pernah terbayangkan selama ini. Beban kehidupan, jeratan ekonomi, hak yang tidak terpenuhi dan semua masalah yang ia hadapi menjadi faktor-faktor yang memicu tindakannya.
Seorang ibu yang hanya diberi seperdelapan gaji suami tiap bulannya itu telah lelah. Apalagi ketika anak sulungnya menemukan selip gaji ayahnya. Suatu harga yang tidak pantas untuk menghidupi 3 orang anak dalam 1 bulan. Ketidak cukupan ibu itu untuk membesarkan anak membuatnya terbelit hutang. Kedua anak laki-lakinya tidak dapat melanjutkan kuliah. Dan kini anak perempuan terakhirnya bagai berjalan ditepi jurang untuk melanjutkan sekolah. Lalu siapa yang patut disalahkan? Ayah mereka? Ayah yang terlibat perselingkuhan dengan wanita lain itu?
Memang mereka menyalahkan ayah mereka dalam hal ini. Mereka tak mau menganggap orang yang menyiksa batin ibu mereka sebagai ayah. Melihat wajahnya saja enggan. Mereka lebih memilih keluar rumah jika ayah mereka datang. Dan ibu mereka benar-benar tersiksa dengan tindakan tak tahu malu suaminya. Bagaimana tidak, dia tidak lagi malu untuk menyembunyikan perselingkuhannya. Lengkaplah penderitaan ibu itu. Pagi ini bunuh diri hampir membuatnya menitikan dosa yang tak terampuni. Tapi dia masih dapat diselamatkan ke tiga anaknya. Dan hati merekapun menangis...
Aku menceritakan sebuah kisah yang ku dengar hari ini. Semoga Allah membantu mereka menemukan jalan yang lebih baik. Dan aku berharap ada yang membantu mereka mengatasi masalah HAM yang mereka alami. Bagi yang ingin membantu silakan email ke whale_feather@live.com, terima kasih.
Jumat, 26 September 2008
Sayap ikan paus
Cerita ini dimulai ketika dia mengatakan,"aku harus mencari kebahagian". Dia pergi. Tak tampak lagi dia diantara kaumnya. Dia pergi. Jauh mengikuti nyanyian sang dewi. Terlena dan terbelenggu dalam pangkuan sang dewi. Dia merasa telah menemukan kebahagian. Tapi semakin lama rasa bosan merajam. Dia kembali. Di tanah dia terlahir. Sunyi...Sepi... Tak seorangpun dia temukan. Tempat kaumnya itu pun serasa mati.
Sebenarnya bukan orang-orang yang menghilang. Tapi dia telah menutup hatinya dari cinta yang kaumnya berikan. Kebahagian yang semu membutakannya. Membuatnya jauh dari kaumnya.
Matanya tak buta, tetapi hatinya begitu gelap membutakannya dari kebahagiaan yang abadi.
Sebenarnya bukan orang-orang yang menghilang. Tapi dia telah menutup hatinya dari cinta yang kaumnya berikan. Kebahagian yang semu membutakannya. Membuatnya jauh dari kaumnya.
Matanya tak buta, tetapi hatinya begitu gelap membutakannya dari kebahagiaan yang abadi.
Sabtu, 13 September 2008
Rok??
"Win, lo cewek banget hari ini!", komentar salah satu teman setiap kali gw pakai rok. Gw kan memang cewek jadi apa gw salah jika gw pakai rok.
Sekarang udah jarang banget anak cewek pakai rok selain ke sekolah. Sejauh mata memandang, cewek dengan celana jeans lebih familiar buat kita. Ya memang sich kalau pakai celana kita nggak khawatir bakal ketiup angin dan di intip orang, tapi kan itu juga gunanya diciptakan 'short'.
Gw bukannya kecewek-cewekan atau gmana. Tapi itulah style gw. Gw nyaman dengan rok gw. Apalagi kalau rok itu buatan mama tersayang, gw pakai rok itu dengan bangganya kemana-mana. Dilihat dari sikap dan sifat gw, gw sama sekali bukan cewek 100%. Mungkin sekitar 50% aja, dan didominasi karena pakai rok.
Pernahkan kalian lihat cewek dengan rok ngebut dijalan naik motor?? -nggak cocok banget...-
girl outside...Little tomboy princess inside...
Sekarang udah jarang banget anak cewek pakai rok selain ke sekolah. Sejauh mata memandang, cewek dengan celana jeans lebih familiar buat kita. Ya memang sich kalau pakai celana kita nggak khawatir bakal ketiup angin dan di intip orang, tapi kan itu juga gunanya diciptakan 'short'.
Gw bukannya kecewek-cewekan atau gmana. Tapi itulah style gw. Gw nyaman dengan rok gw. Apalagi kalau rok itu buatan mama tersayang, gw pakai rok itu dengan bangganya kemana-mana. Dilihat dari sikap dan sifat gw, gw sama sekali bukan cewek 100%. Mungkin sekitar 50% aja, dan didominasi karena pakai rok.
Pernahkan kalian lihat cewek dengan rok ngebut dijalan naik motor?? -nggak cocok banget...-
girl outside...Little tomboy princess inside...
Langganan:
Postingan (Atom)
.jpg)