Senin, 29 September 2008

Sebuah kisah...

Teriakan mereka memecahkan kearifan pagi. Takut akan kehilangan orang yang telah melahirkan mereka. Mereka tidak menyangka kehidupan ini akan begitu kejam. Mereka tidak pernah mengharapkan sebuah episodik yang pilu. Kini mereka menangis dan memeluk ibu mereka yang tergolek lemah. Ibu adalah satu-satunya hal yang tersisa untuk mereka pertahankan.

Apakah bunuh diri adalah sebuah hak yang patut dipilih? Tidak, tak pernah ada yang memberi hak untuk bunuh diri. Bahkan itu haram bagi manusia. Tapi tali hampir menjerat leher seorang ibu, menjadikannya sebuah pilihan yang tidak pernah terbayangkan selama ini. Beban kehidupan, jeratan ekonomi, hak yang tidak terpenuhi dan semua masalah yang ia hadapi menjadi faktor-faktor yang memicu tindakannya.

Seorang ibu yang hanya diberi seperdelapan gaji suami tiap bulannya itu telah lelah. Apalagi ketika anak sulungnya menemukan selip gaji ayahnya. Suatu harga yang tidak pantas untuk menghidupi 3 orang anak dalam 1 bulan. Ketidak cukupan ibu itu untuk membesarkan anak membuatnya terbelit hutang. Kedua anak laki-lakinya tidak dapat melanjutkan kuliah. Dan kini anak perempuan terakhirnya bagai berjalan ditepi jurang untuk melanjutkan sekolah. Lalu siapa yang patut disalahkan? Ayah mereka? Ayah yang terlibat perselingkuhan dengan wanita lain itu?

Memang mereka menyalahkan ayah mereka dalam hal ini. Mereka tak mau menganggap orang yang menyiksa batin ibu mereka sebagai ayah. Melihat wajahnya saja enggan. Mereka lebih memilih keluar rumah jika ayah mereka datang. Dan ibu mereka benar-benar tersiksa dengan tindakan tak tahu malu suaminya. Bagaimana tidak, dia tidak lagi malu untuk menyembunyikan perselingkuhannya. Lengkaplah penderitaan ibu itu. Pagi ini bunuh diri hampir membuatnya menitikan dosa yang tak terampuni. Tapi dia masih dapat diselamatkan ke tiga anaknya. Dan hati merekapun menangis...

Aku menceritakan sebuah kisah yang ku dengar hari ini. Semoga Allah membantu mereka menemukan jalan yang lebih baik. Dan aku berharap ada yang membantu mereka mengatasi masalah HAM yang mereka alami. Bagi yang ingin membantu silakan email ke whale_feather@live.com, terima kasih.

Jumat, 26 September 2008

Sayap ikan paus

Cerita ini dimulai ketika dia mengatakan,"aku harus mencari kebahagian". Dia pergi. Tak tampak lagi dia diantara kaumnya. Dia pergi. Jauh mengikuti nyanyian sang dewi. Terlena dan terbelenggu dalam pangkuan sang dewi. Dia merasa telah menemukan kebahagian. Tapi semakin lama rasa bosan merajam. Dia kembali. Di tanah dia terlahir. Sunyi...Sepi... Tak seorangpun dia temukan. Tempat kaumnya itu pun serasa mati.

Sebenarnya bukan orang-orang yang menghilang. Tapi dia telah menutup hatinya dari cinta yang kaumnya berikan. Kebahagian yang semu membutakannya. Membuatnya jauh dari kaumnya.

Matanya tak buta, tetapi hatinya begitu gelap membutakannya dari kebahagiaan yang abadi.

Sabtu, 13 September 2008

Rok??

"Win, lo cewek banget hari ini!", komentar salah satu teman setiap kali gw pakai rok. Gw kan memang cewek jadi apa gw salah jika gw pakai rok.

Sekarang udah jarang banget anak cewek pakai rok selain ke sekolah. Sejauh mata memandang, cewek dengan celana jeans lebih familiar buat kita. Ya memang sich kalau pakai celana kita nggak khawatir bakal ketiup angin dan di intip orang, tapi kan itu juga gunanya diciptakan 'short'.

Gw bukannya kecewek-cewekan atau gmana. Tapi itulah style gw. Gw nyaman dengan rok gw. Apalagi kalau rok itu buatan mama tersayang, gw pakai rok itu dengan bangganya kemana-mana. Dilihat dari sikap dan sifat gw, gw sama sekali bukan cewek 100%. Mungkin sekitar 50% aja, dan didominasi karena pakai rok.

Pernahkan kalian lihat cewek dengan rok ngebut dijalan naik motor?? -nggak cocok banget...-

girl outside...Little tomboy princess inside...

Eg0!st!c L0vE

"aku sakit hati!", kata-kata itu sering kita dengar ketika seseorang ditinggalkan orang yang mereka cintai. Kenapa sich kita harus sakit hati? Kalau memang gitu kan artinya memang bukan jodoh kita.

Mencintai seseorang bwt gw...

>Gw mencintai seseorang bukan dengan kata-kata, tapi dengan perbuatan, karena gw bukan orang yang pintar mengarang kata.

>Gw nggak mau mencintai orang yang di cintai temen deket gw, gw bakal hapus perasaan gw walau gw udah suka sama orang itu.

>Gw ingin bisa ngelindungi orang yang gw cintai. Maksudnya bukan melindungi secara fisik karena gw ikut jujitsu. Tapi jaga perasaan orang yang gw cintai dan juga jaga kepercayaan yang dia berikan ke gw.

>Gw nggak mau jadi beban buat orang yang gw cintai. Selama dia bukan milik gw, gw nggak mau memenjarakannya dalam perasaan sepihak gw. Gw bakal berusaha ikhlas kalau dia jadi milik orang lain.

>Gw nggak mau dilihat orang kalau gw sakit hati. Karena gw bukan cewek yang nggak bisa hidup tanpa cowok. Gw bisa tetep bersin kan walau nggak ada cowok.

Kadang kita itu egois dalam mencintai seseorang. Padahal ke egoisan itulah yang justru membuat kita jauh dari orang yang kita cintai. Kita nggak perlu dukun atau sihir cuma untuk dapat hati seseorang. Kita cukup belajar mencintai seseorang tanpa mengharap balasan dan juga belajar merelakan kehilangan dia suatu hari nanti. Kan kita tahu kalau nggak ada yang kekal di dunia ini. Dan kekekalan hanya dimiliki sang Khalik yang menciptakan kita dan mencintai kita dengan tulus.

Rabu, 10 September 2008

Sahabat buat gw

Apa sich arti seorang sahabat buat kita? Kadang kita menyalah artikan arti dari sebuah persahatan. Kita bersembunyi di balik sebutan sahabat untuk mencari celah sebuah kesempitan. Disaat kita menemukan celah tersebut, kita tak lagi butuh dengan sebutan sahabat itu. Kita lupa dengan arti sebuah persahabatan.

Seorang sahabat yang sesungguhnya menurut gw:
1. Yang mau mendengar keluh kisah kita tanpa merasa bosan.
2. Mau menerima apapun keadaan kita.
3. Memberikan sesuatu kepada kita tanpa mengharap akan kembali.
4. Berusaha tersenyum saat di dekat kita.
5. Selalu menjaga kata-kata agar tidak menyakiti hati kita.
6. Punya pikiran yang hampir sejalan dengan kita.
7. Dan yang pasti bisa buat kita tertawa lepas ketika didekatnya.

-sahabatmu adalah orang yang tak pernah iri dengan apa yang kamu miliki karena kalian saling melengkapi kekurangan masing-masing.

Senin, 08 September 2008

JuJuR

Kemarin gw liat sebuah acara ditelevisi. Di acara yang d tayangkan di stasiun televisi swasta itu pengisi acaranya bilang kalau nggak ada orang yang nggak jujur di dunia ini. Tau kenapa dia bilang begitu...

Orang nggak ada yang nggak jujur. Yang ada itu perbedaan intensitas kejujuran mereka aja. Ada yang jujurnya banyak, dikit, ampe ada yang minus -Walau minus tetep aja dibilang jujur, tapi jujur minus-.

Emang kan sekarang ini lebih banyak orang yang jujurnya minus -udah minus idup pula mereka-

Gw pernah denger cerita seseorang yang ada hubungannya dengan kejujuran. Begini ceritanya...

Dikisahkan ada seorang pegawai negeri yang bekerja di instansi pemerintahan. Dia memulai pekerjaannya dari bawahan hingga akhirnya menjadi seorang atasan. Tetapi nggak lama dia ada di jabatannya. Selama menjadi atasan dia tidak menerima suap, juga tidak pernah mau terlibat dalam korupsi yang dilakukan secara berjamaah oleh teman-teman sejawatannya. Pada akhirnya justru banyak teman yang tidak suka, hingga dia di berhentikan dari pekerjaannya lebih awal.

Dari cerita tersebut kita dapat menyimpulkan bahwa tingkat kejujuran masyarakat di Indonesia memang masih minus. Benar-benar malang nasib bangsa ini...

+well, gw cerita itu bukan fiktif n bukan karangan gw pribadi, tapi itu beneran nyata terjadi+

Hope tale

Kebanyakan pikiran bikin gw nggak konsen belajar, bisa dibilang gw yang emank loLa -loading lama- jadi gampang hang dan akhirnya not responding. Gw sendiri juga bingung apa yang gw pikir, tapi rasanya ada yang ngganjel banget di pikiran gw.

Waktu gw masih jadi gadis desa dan hidup di sebuah desa kecil gw nggak pernah punya beban dipikiran. Gw cuma ngejalanin apa yang ada di depan mata, gw juga nggak pernah peduli dengan apa yang dibilang orang tentang gw, pokoknya hidup gw seperti cuma ada gw, gw, dan gw.

Waktu itu gw nggak pernah kesulitan belajar walau gw emang jarang belajar dan anti-les. Gw juga nggak pernah peduli sama penampilan, bahkan gw sempet pakai kaos oblong yang gede banget dan bukan size gw di acara keluarga yang disana semua pada dandan cakep-cakep. Gw nggak pernah takut kulit gw kebakar matahari, itu buat gw nyesel banget sekarang setelah gw jadi gosong.

Tapi gimanapun juga sebagai anak yang baru gede gw juga ngerasain apa yang di namain 'cinta', gw sempet suka juga sama temen gw, tapi gw nggak pernah punya pikiran si dia bakal bales cinta gw. Apalagi keadaan gw yang yah...Kayak bocah ingusan tanpa ingus gitu. Jadi nggak mungkin banget ada cowok yang ngelirik gw.

Saat paling nyedihin ketika gw harus sekali lagi beradaptasi sama lingkungan baru di SMA. Gw pindah ke rumah baru gw yang belum jadi. Suasana jadi agak beda, gw jadi jarang ngerasain kehangatan waktu gw bersama mama kayak di desa dulu. Dulu mama sering berbagi cerita, kita sering buat roti atau kue-kue bareng. Mama juga nggak sekalipun bentak gw. Pokoknya waktu itu, gw serasa anak emas dirumah. Tapi itu cuma masa lalu, gw nggak akan pernah bisa balik lagi...

Gw nggak pernah tau apa yang bakal terjadi selanjutnya. Tapi gw berharap banget bakal ada yang buat saat-saat baru yang lebih indah dari masa itu. Atau gw yang harus ciptain sendiri semua impian gw, tapi kan mimpi gw nggak akan terwujud tanpa seseorang di samping gw.

Kalau lihat penampilan gw sekarang, bukan sepenuhnya karena gw secara ajaib dapat berkah dari langit. Tapi, gw berusaha jadi seseorang yang diharapin orang-orang yang gw sayangi, terutama mama gw. Mungkin itu salah satu usaha gw buat dapat perhatiannya lagi. Walau gw sadar mungkin sia-sia aja gw berusaha jadi cewek -emang gw bukan cewek yah...-

Karena gw lagi bingung sekarang, nyisir rambut aja nggak sempat. "Win, lo kacau banget hari ini!", kata sohib gw. Dan gw cuma bilang iya kemudian bengong aja tanpa usaha merapikan diri....

Sabtu, 06 September 2008

WE FIGHT IN THE WAY OF JUSTICE!

Setiap sabtu sore di smanti -my precious school- ada sebuah ekskul yang dengan penuh perjuangan dipertahanin keberadaanya.

Jujitsu, sebuah ekskul bela diri yang sampai sekarang terus kami perjuangkan. Kami tetap berlatih walaupun guru kami nggak ada. Anggota ekskul ini udah lumayan banyak bila dibandingkan dengan dulu saat gw pertama masuk.

Sedikit kisah gw saat pertama masuk JUJITSU,

Waktu itu gw udah kelas XI, gw bosan sama ekskul olimpiade biologi gw yang nggak pernah ada pertemuan tiap minggunya. Akhirnya gw putusin buat ikut JUJITSU, waktu itu cuma ada beberapa gelintir anak aja, nggak nyampe 10 ekor. Nggak gw sangka latihan jujitsu beda banget sama latihan karate waktu gw SMP. Gw sebagai pemula udah ikut di ajarin split, nggak lama kemudian gw di ajarin roll depan, kalau pakai matras seh nggak masalah, tapi dalam konteks ini gw roll tanpa matras bolak balik sepanjang lapangan voli. Alhasil badan gw jadi ungu-ungu besoknya. Walau penuh perjuangan, gw tetep semangat jalanin jujitsu.

Demo jujitsu, gw nggak nyangka bakal ikut demo sebagai anak baru. Yang ini lebih menyedihkan lagi, cuma 4 ekor yang ikut dalam demo. Gw harus latihan tiap hari selama liburan.

Gw sempat khawatir setelah demo ini nggak akan ada lagi yang namanya ekskul jujitsu. Ekskul ini sempat mau dibubarin sama kesiswaan gara-gara peminatnya yang cuma dikit. Dan yang lebih ironis, ekskul ini nggak pernah dapat dana dari sekolah!? Pengalaman tahun lalu, ekskul ini cuma dapat 1 anggota baru. Itupun setelah naik kelas dia sudah nggak ikut jujitsu lagi.

Ternyata sekarang ini lumayan banyak peminat jujitsu! Udah lebih dari 10 orang, dan ajaibnya ada beberapa anak cewek yang masuk jujitsu. Tapi latihan tanpa pelatih jadi sedikit garing. Nggak seperti dulu. Anak-anak baru jadi agak manja, beda banget sama waktu gw baru gabung. Tapi daripada ekskul ini di bubarin, nggak masalah deh walau latihan sendiri...

Gw harap ekskul ini bisa tetep exist di smanti, gw juga berharap pihak sekolah mau mendanai ekskul ini, dan juga semoga makin banyak anggota-anggota baru di ekskul ini!

Jujitsu Bhawikarsu!! Oshu!!

_pkn

Pkn...Mengapa dirimu lebih sulit dari biologi

Pkn...Mengapa dirimu tak bisa aku pahami

Pkn...Mengapa dirimu tersusun dari huruf P K dan N, jadi seperti pupuk kan...(N P K)

Let us talk about Pkn!

Tanpa melihat apa yg dipelajari dalam Pkn, kita pasti berfikir kalau itu pelajaran mudah yang tidak perlu berfikir secara rumit. Tetapi pernahkah kita berfikir kalau Pkn itu lebih sulit dari biologi? Pasti tidak. "Pkn itu mudah, cuma tinggal nulis apa yang ada di buku", ujar salah satu temand.

Pkn adalah pelajaran menghapal teori yang belum tentu dapat kita terapkan dalam realita. Kenyataannya kita tahu kalau semua orang yang duduk di kursi pemerintahan pernah belajar Pkn, tetapi apakah keseluruhan dari mereka telah menerapkan apa yang mereka pelajari? Korupsi, suap, tidur dalam sidang...Apakah itu hasil mrk bljr Pkn?

Kemudian apa fungsinya kita menghapal lembar tiapa lembar buku Pkn jika pada akhirnya kita juga jadi seperti mereka. Menurutku di bandingkan Pkn, pelajar lebih baek jika dihadapkan pada fakta sejarah yang ada, bukan berangan-angan dan berkhayal seperti yang ada dalam Pkn, menuju masyarakat madani. Hanya menuju saja, lalu kapan sampainya?

Sekarang ini kita harus mulai melihat fakta yang sudah ada. Inilah keadaan negara kita. Dan untuk mengubahnya, bukan hanya teori tebal yang sudah kita hafal yang kita butuhkan. Tetapi pengamalannya dan penerapkannya. Jadi buat apa selama ini kita belajar Pkn?

Jumat, 05 September 2008

My "lonely" -majas- warnet

Fiuh....Komputer" berjajar-jajar, banyak banget anak kecil, panas, ngantri, berisik.. tau gag gw dimana, yap gw di warnet, gw gag pernah ke warnet ini sebelumnya, warnetnya seh sebenernya 'pewe', tapi yang gw dari sono-nya emang gag suka sama anak kecil (selain anak gw someday) jadi ngerasa gimana gitu...
Untung gw gag datang setelah yang datang sesudah gw, bisa batal puasa yang gw niatin lahir batin,,

Mau tau dimana warnet tempat gw nangkring sekarang??
tempatnya di jalan laksamana adisucipto, sebut saja LA, yang beberapa kali gw lewat sini tapi gag hapal" sama neh jalan,
lumayan jauh dari sekolah

eh lebih anehnya lagi ada anag" cwe yah gw perkirain masih smp main semprot semprotan parfume (kalah gw) di tengah tangga sambil ngantri

Inilah hidup, dikelilingi anak" dekil dalam antrian...

Dihitung maju...20...21...Akhirnya 22 -nomor antrian gw-,, sementara gw seneng dapat tempat di pojok, deket kaca pula, tapi setelah beberapa saat gw pun tersadar, duh tempat ini bau~ bau anak jalanan >,<, kayaknya emang anak" kecil di tempat ini tuh anak" jalanan, gw semakin illfeel sama neh tempat...

Keluar dari tuh warnet, rasanya gw dapat hirup O2 yang gag terkontaminasi sama bau" gag sedap tadi. Gw awalnya biasanya aja, tp...Sial!? Bau gw jadi kayak bau gag enak anak jalanan di dalam tadi, padahal tadi gw berangkat sekolah dah wangi banget.

Kita bisa belajar dari pengalaman...

Sakarang gw mau bagi" tips buat milih warnet:
1. Usahain gunakan warnet yang udah lo percaya dan lo biasa pake aja;
2. Cari yang sepi...(daripada lo di warnet tapi serasa di pasar hewan);
3. Yang ada AC-nya, soalnya gimanapun juga, udara adalah sumber kehidupan buat kita (kan gag enak kalo lo harus tahan napas selama di warnet gara" bau);
4. Warnet yang menghargai privasi, yang ada penyekatnya, daripada ada yang ngelirik elo, iya kalo cakep, kalo nggak..;
oiya satu lagi! Jangan masuk kalo banyak anak kecil, apalagi yang dekil! Jangan sampe lo nyesel setelah bau lo jadi semrawut.... Ingat!Ingat! Ting~^

-MakE uP whAt I've doNe-

I was weak with fear that anything would go so hard to face. I can't believe that it is such a sin before my story begin. I must have ripped his heart to many time.
A wish that's wanting to be said, but shall be repressed. A place of hope and no rain, full of peace and light, no pain or sign of time. Like walking into a dream.
Newborn life, replacing what was in the old days we live in. I know everybody's gotta die sometime. But, I don't wanna die alone here. Even... If it's confusing, I want to be loved. Without saying it, I want to be understood.
Every night I cry myself to sleep. Thinking, why does this happen to me?
When it gets cold outside and you got nobody to love, you'll understand what I mean.

_you'll be welcome_

#make up what I've done

PrakTikum dAn L!L!N



Lilin. . .Hum. . Lebih kerennya qta sebut sebagai 'plastisin', ataw gampangnya seh 'malem'
Yap, kelas gw ngadain praktikum biologi dalam rangka coba" fermentasi gitulah ceritanya, awalnya sih praktikum berjalan dengan kidmat dah penuh keseriusan, tapi....

Seiring waktu yg terus berputar~

ke-bEtEan pun mulai melanda para praktikumerz dan bahan praktikum yang tidak berdosa itupun menjadi sasaran utama pelampiasan mereka,,
bak masa kecil yang kurang bahagia, tangan" merekapun mulai beraksi,,
alhasil kelas jadi laksana ruang lomba 17 agustusan, 'malem' mulai dibentuk-bentuk menjadi hal-hal 'geje',, hal-hal yang bisa di multi intrepretasikan oleh warga EXSILENCE

Hasil karya mecenk, drembes dan mistiki contohnya, nandhul bilang alient, gw kata kura-kura, padahal dari lubuk hati mereka yang terdalam itu adalah manusia, hahagz
bel pada akhirnya berbunyi, usai sudah kompetisi main Lilin itu, dengan hati yang puas para praktikumerz mengumpulkan hasil praktikum yang...'aneh' itu.